Pencerahan revolusi mental sekolah madrasah unggul berkemajuan se Sulawesi Selatan

Media263 Dilihat

WARTASULSEL – Spirit Sekolah Madrasah Muhammadiyah sejak 1 Desember 1911 adalah Sekolah Madrasah Unggul, Modern, Holistik dan Berkemajuan. Muktamar ke-48 yang lalu di Solo menegaskan Unggul dan Berkemajuan menjadi komitmen yang harus diupayakan sungguh-sungguh oleh seluruh Amal Usaha Muhammadiyah. Termasuk Sekolah Madrasah Muhammadiyah. Dari 6.000 sekolah, Rakernas Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Non Formal PP Muhammadiyah yang diselenggarakan di SM Tower 27-28 Juli 2023 merumuskan langkah-langkah strategis mencapai keunggulan tersebut. Untuk itu, Majelis Dikdasmen & PNF Sulawesi Selatan berinisiasi dengan Kemenko PMK RI menyelenggarakan pencerahan revolusi mental sekolah madrasah unggul berkemajuan se Sulawesi Selatan bersama Majelis Dikdasmen PNF PDM se-Sulawesi Selatan dan Kepala Sekolah Madrasah Muhammadiyah se-Sulawesi Selatan.

Spirit Berkemajuan selaras dengan konsepsi revolusi mental yakni Gerakan Untuk Mengubah cara pikir, cara kerja dan cara hidup bangsa Indonesia yang mengacu pada nilai-nilai Integritas, Etos Kerja, dan Gotong Royong berdasarkan Pancasila yang berorientasi pada kemajuan dan kemodernan. Diharapkan melalui Revolusi Mental kedaulatan bangsa dan negara Indonesia dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan kepribadian dalam kebudayaan dapat tercapai. Upaya tersebut dengan melakukan massifikasi Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) melalui penanaman nilai-nilai revolusi mental etos kerja, integritas dan gotong royong yang berlandasakan kepada 5 gerakan yakni: Gerakan Indonesia Melayani, Gerakan Indonesia Bersih, Gerakan Indonesia Tertib, Gerakan Indonesia Bersatu dan Gerakan Indonesia Mandiri.

Untuk itu, menurut Deputi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan dan Prestasi Olahraga, Didik Suhardi, Ph.D menyatakan Kemenko PMK RI mengupayakan langkah-langkah massifikasi GNRM melalui aksi nyata melalui dengan program Penanaman 10 Juta Pohon agar terbentuk pembudayaan gaya hidup dan cinta lingkungan melibatkan berbagai pihak. Berikutnya mewujudkan Indonesia mandiri melalui pembudayaan ekonomi Pancasila melalui pencanangan koperasi sekolah. 300 koperasi sekolah madrasah Muhammadiyah sebagai ejawantah kemandirian dan kewirausahaan sekolah Madrasah Muhammadiyah dan diakhiri menaman 10.000 pohon secara simbolik oleh Ketua PWM Sulawesi Selatan Prof Ambo Asse, Ketua PWM Sulawesi Selatan Korbid Pendidikan Dr. Pantja Nurwahidin, M.Pd, Deputi V Kemenko PMK RI Didik Suhardi, Ph.D sekaligus Ketua Majelis Dikdasmen & PNF PP Muhammadiyah dan Dikdasmen & PNF PWM Sulawesi Selatan Erwin Akib, Ph.D, Abdulah Mukti, M.Pd Wakil Sekretaris 1 Dikdasmen & PNF PP Muhamamdiyah dan Direktur Enuma Indonesia Juli Adrian.

Pencerahan Revolusi Mental Sekolah Madrasah Unggul Berkemajuan sebagaimana yang diungkapkan Ketua Majelis Dikdasmen & PNF PWM Muhammadiyah Sulawesi Selatan Erwin Akib, Ph.D Sulawesi Selatan bertekad menghadirkan sekolah madrasah Muhammadiyah Unggul dan Berkemajuan. Oleh karena itu, 7 Agustus 2023 menjadi momentum awal Sulawesi Selatan menindaklanjuti Amanah Ketua Umum PP Muhamamdiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si mewujudkan Sekolah Madrasah Muhammadiyah Unggul dan Berkemajuan. Pencerahan tersebut disampaikan oleh Ketua Majelis Dikdasmen & PNF PP Muhammadiyah dan Deputi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan dan Prestasi Olahraga Kemenko PMK RI Didik Suhardi, Ph.D.

Program strategis tersebut diiringi pula refreshment program EdutabMu akselerasi pembelajaran digital di 12 SD dan MI Muhammadiyah penerima EdutabMu di Wilayah Sulawesi Selatan, yang berjumlah 144 Tablet. Refreshment diperuntukkan untuk Kepala Sekolah dan Guru IT Edutabmu agar capaian program EdutabMu berjalan dengan optimal. Pelatihan diisi oleh Tim Enuma Indonesia sebagai konten kreator program EdutabMu. Setelah program refreshment dilanjutkan dengan pencerahan revolusi mental sekolah madrasah Unggul Berkemajuan. Ketua PWM Sulawesi Selatan Korbid Pendidikan Dr. Pantja Nurwahidin, M.Pd mengungkapkan upaya akselerasi pembelajaran digital di 12 SD MI Muhammadiyah se Sulawesi Selatan menjadi pionir dan role model pengembangan pembelajaran digital di seluruh sekolah SD MI Muhamamdiyah di Sulawesi Selatan. Beliau juga mengungkapkan bahwa sebelumnya kita memiliki 3 ranah yakni, 1. Ranah olah otak 2. Olah pikir 3. Olahraga. Seiring berkembang ilmu pengetahuan, ditemukanlah kecerdasan ai, hingga bertambahlah olah hati.

Selain itu, beliau juga mengungkapkan bahwa bagi muhammadiyah, senantiasa para muballigh memberikan penegasan dan penafsiran pada q.s al-asr. Perhitungan kita dri waktu ke waktu hingga hari ini. Kita beramal usaha, sebagai implementasi keimanan dan amal shaleh. Segala sesuatu yg dilakukan dalam amal usaha (pendidikan) didasari oleh keimanan.

Nurul Wahyuni ardi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *