Tim Sar Gabungan Evakuasi 3 Korban Jolor Tenggelam di Perairan Pattumbukang Selayar

WARTASULSEL, Selayar – Telah terjadi Laka Laut jolloro tenggelam Perairan pattumbukang Kecamatan bontosikuyu kabupaten Kepulauan selayar, disinyalir penyebab kecelakaan itu akibat kelebihan penumpang dan muatan sehingga kapal miring lalu tenggelam.Jumat, (22/12/2023).

Diketahui Kapal itu memuat penumpang 10 orang penumpang dan 3 orang diantaranya dinyatakan meninggal dunia atas nama, identitas ketiga korban meninggal, Salmawati 45 TH (P), agus salim 42 TH (L), madil 11 TH (L)

Dari keterangan Keluarga Korban, Iswandi bahwa Ketiganya korban beralamat di dusun Binanga Sombayya, Kecamatan Bontosikuyu Kabupaten Kepulauan selayar. Semantara 7 korban lainnya berhasil selamat dengan berenang ke tepi pantai terdekat.

Selain itu Aswandi juga menerangkan bahwa, Kronologis kejadian tenggelamnya jolor tersebut bahwa pada saat kejadian Jollorok berangkat dari dermaga Pattumbukang menuju kebun yg berada di dusun monge dengan membawa penumpang 10 orang, 5 orang dewasa dan 5 orang anak anak, beberapa saat setelah meninggalkan dermaga Pattumbukang jollorok tersebut oleng miring kekiri karena panik hingga beberapa penumpang loncat ke laut dan sebagian masih tetap bertahan di jollorok. Selanjutnya penumpang yang masih bertahan di jollorok berenang ke tepi pantai dengan menopang kapal joroknya.

“Saudara moh irsan melihat korban salmawati yang tenggelam dan memberikan pertolongan dan dibawa ke arah tepi pantai. Dikarenakan banyak minum air korban dinyatakan meninggal dunia”, lanjutnya.

Informasi dari Pos Angkatan Laut di Kepulauan selayar, Danpos AL Letda Laut P Erwanto mengatakan bahwa pada pukul 24.00 WITA, keluarga korban melaporkan kepada pihak basarnas selayar bahwa 2 orang masih belum ditemukan, Setelah menerima laporan warga tim gabungan Basarnas, Pos AL selayar dan Tagana menuju ke pattumbukang untuk melakukan pencarian korban yang belum ditemukan.

Pada hari Sabtu tgl 23 Desember 2023 pukul 06.45 WITA tim gabungan berhasil menemukan 2 korban di dasar laut di kedalaman kurang lebih 3 meter. Kemudian korban dievakuasi ke dermaga pattumbukang dan selanjutnya dibawa ke rumah duka dusun Binangasombaiya, Kecamatan Bontosikuyu Kabupaten Kepulauan Selayar.

Berikut adalah identitas Korban Perahu tenggelam, yang dirilis oleh Dan SAR Kepulauan Selayar diantaranya yakni, Moh irsan 49 tahun (pemilik jolor), Ikong 50 th, Salmawati 45 th (MD), Agus salim 42 th (MD), Madil 11 th (MD), Idil 5 th , Emi rahmawati 42 th Salsabila 15 th, Sahrul 13 th dan Alip 15 tahun.

“Pencarian kami lakukan dengan menggunakan perahu karet bersama tim Tagana Dinsos dan TNI selama kurang lebih 2 jam, berdasarkan laporan lokasi yang kami terima”, jelas Raswan Dan Pos SAR Kepulauan Selayar.

Kondisi Terkini Api Telah Padam, TNI AL Amankan Area Kejadian Kebakaran KMP Royce 1

Jakarta, Wartasulsel – Pasca peristiwa terbakarnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Royce 1 di Selat Sunda, hingga saat ini TNI AL masih melaksanakan pengamanan dengan mengerahkan sejumlah unsur di wilayah perairan Banten, Senin (08/05). KRI Kurau-865, Patkamla Panaitan dan RHIB Peucang tengah dikonsentrasikan di wilayah tersebut.

Komandan Lanal Banten Kolonel Laut (P) Dedi Komarudin bersama Pejabat Gubernur Banten Al Muktabar dan sejumlah pejabat terkait meninjau langsung kondisi kapal dengan menggunakan RHIB Peucang dan Patkamla Panaitan, guna memastikan bahwa api sudah benar-benar padam dan tidak ada korban jiwa pasca peristiwa tersebut.

Insiden terbakarnya KMP Royce 1 berawal pada Minggu, 7 Mei lalu, pukul 15.04 WIB, kapal tersebut izin ke LPS karena di atas kapal terjadi insiden kebakaran dan meminta bantuan Tug Boat untuk penanganan segera. Pukul 15.10 WIB izin LPS kembali karena kemudi kapal sudah tidak berfungsi dan satu mesin mati. Pukul 15.16 WIB, KMP Royce 1 berlabuh jangkar di koordinat (-5.937150°, 105.957080°).

Merespon kondisi darurat, TNI AL langsung mengerahkan personel Lanal Banten dan unsur patroli di area perairan Selat Sunda, yaitu KRI Leuser-924, serta RHIB Peucang guna melaksanakan evakuasi terhadap korban ke Pantai Indah Kiat. Selain itu juga berkoordinasi dengan KSOP Kelas I Banten dan VTS Merak untuk mengeluarkan Notice To Marine kepada kapal-kapal yang melintas di Perairan Selat Sunda.

Ditempat terpisah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali telah menekankan kepada seluruh satuan TNI AL untuk terus meningkatkan kesiapan dan kesiagaan personel dan unsur KRI, terlebih merespon kondisi kedaruratan yang terjadi di tengah masyarakat.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.