Salah paham dan Pengaruh Miras,  Warga Tabang Baru di Selayar Ditikam

Wartasulsel.org, Kepulauan Selayar – Terjadi penikaman yang dilakukan oleh seorang warga tabang baru Kelurahan Putabangung Kecamatan Bontoharu pada Minggu (14/01/2024), malam sekitar pukul 22.30 wita.

Aksi penikaman itu terjadi akibat Kesalahpahaman antara pelaku atas nama Aco’ Dopa dan korbannya bersama Samsul Bahri, juga merupakan salah satu warga Tabang Baru.

Kejadian tersebut ditengarai akibat dari pengaruh minuman keras yang dikonsumsi keduanya, sehingga pelaku dan korban yang merupakan paman dan keponakan itu terlibat cekcok yang berujung penikaman.

Dari keterangan Babinsa Kelurahan Bontobangun Koramil 1415-01/ BTS, Serka Wawan S mengatakan bahwa korban telah mendapat perawatan pihak rumah sakit KH. Hayyung dan pelaku penikaman telah diamankan oleh kepolisian polres Kepulauan Selayar.

“Korban mengalami luka tusukan di bagian perut bagian kiri. Kondisinya kritis karena kehilangan banyak darah, namun pihak keluarganya telah menyiapkan pendonor dan pihak rumah sakit telah menangani korban,” terangnya.

Lanjut, Serka Wawan mengatakan bahwa kasus penikaman tersebut saat ini telah ditangani oleh Polres Kepulauan Selayar dan hasil pemantauan terakhir di tempat kejadian dalam kondisi aman dan terkendali.

Upaya Meminimalisir Karhutla, Babinsa Jajaran Kodim 1415/Selayar Berikan Himbauan Kepada Warga

WARTASULSEL, Kepulauan Selayar – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Kepulauan Selayar masih saja terjadi akhir-akhir ini. Berdasarkan laporan dari Damkar, BPBD, dan Kodim Selayar yang selalu ada di lapangan, Karhutla ini banyak terjadi akibat kelalaian masyarakat yang membuang puntung rokok sembarangan dan juga melakukan pembakaran sampah atau ranting di lahan mereka.

Menanggapi hal ini, Dandim 1415/Selayar Letkol Inf Nanang Agung wibowo melakukan upaya preventif dengan memerintahkan Babinsa jajarannya untuk memberikan himbauan kepada warga di wilayah binaan masing-masing untuk tidak melakukan pembakaran di lahan atau kebun selama musim kemarau belum usai.

Dandim mengungkapkan bahwa untuk mengatasi masalah Karhutla ini dibutuhkan kerjasama dari semua pihak dan juga dibutuhkan kesadaran dari masyarakat untuk sama-sama mencegah terjadinya Karhutla.

“ Kami sudah memberikan perintah lisan kepada para Babinsa jajaran agar memberikan himbauan kepada warga binaan masing-masing untuk sementara jangan melakukan pembakaran di lahan atau kebun “ ucap Dandim.

Perintah dari komando atas langsung di respon oleh koptu Sudarianto yang merupakan Babinsa Desa Kohala Koramil 1415-04/Bontomatene yang melaksanakan anjangsana dan memberikan himbauan kepada warganya di dusun Kadempak Desa Kohala Kecamatan Buki, Rabu (11/10/23).

Menurut Koptu Sudarianto, Desa Kohala merupakan salah satu wilayah yang rentan terjadi Karhutla karna mayoritas warganya berprofesi sebagai petani dan memiliki lahan perkebunan yang luas.

“ Kami melaksanakan himbauan secara langsung kepada warga, semoga dengan cara seperti ini bisa mencegah terjadinya karhutla, dan kami juga sampaikan kepada warga jika melihat ada kebakaran, agar segera menghubungi Damkar dan juga Babinsa “ tutup Sudarianto.

37 Anak Terserang Penyakit Cacar di Desa Karumpa, Ini penuturan Babinsa

WARTASULSEL, Kepulauan Selayar- Sebanyak 37 anak dilaporkan terserang penyakit Cacar di wilayah Desa Karumpa Kecamatan Pasilambena Kabupaten Kepulauan Selayar, Selasa 29/8/23.

Penyakit Cacar atau yang biasa dikenal masyarakat selayar dengan nama Sarampa ini merupakan penyakit menular yang bisa menyebar melalui udara dan juga dari kontak kulit dengan penderita.

Sebagai Babinsa di Desa Karumpa Koramil 1415-03/Pasimarannu, Serda Abd. Majid turun langsung menjenguk dan melihat keadaan warga binaannya. Pihaknya juga berkordinasi dengan tenaga kesehatan dalam hal ini Bidan Desa Karumpa untuk mencari solusi demi pemulihan anak-anak yang terserang Sarampa tersebut.

“ Hari ini kami sudah berkeliling dan sebanyak 9 anak sempat kami pantau kondisinya, mereka rata-rata berumur dibawah 10 tahun “ ujarnya.

Babinsa juga menyampaikan bahwa mayoritas warga masih menggunakan obat tradisional untuk mengobati penyakit ini, seperti Air kelapa muda warna merah dan ramuan tradisional lainnya.

“ Mereka (warga) banyak yang sudah memberikan obat tradisional kepada anak mereka, jika nanti belum ada perkembangan baru kami arahkan untuk mengkonsumsi obat dari Puskesmas “ lanjut Babinsa.

Sementara itu, Dandim 1415/Selayar yang telah menerima laporan dari Babinsa, memerintahkan kepada Babinsa agar tetap memantau perkembangan kesehatan warganya dan melaporkan pada kesempatan pertama jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“ Kami tetap memonitor penyebaran penyakit ini, jika penyebarannya tidak bisa dikendalikan maka akan kami kordinasikan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Selayar “, ungkap Dandim.

Pak Polisi dan Pak Tentara Benteng Utara Sukses Mediasi Permasalahan Sengketa Tanah

WARTASULSEL, Kepulauan Selayar – Salah satu warga lingkungan Bua-bua timur kelurahan Benteng utara atas nama Madiun (43 tahun) melaporkan tindakan tetangganya bapak Baso Daeng (74 tahun) yang membongkar dinding rumahnya karna dianggap melewati batas kepemilikan tanah sesuai surat (Akta jual-beli).

Atas kejadian tersebut, Babinsa Benteng utara Sertu Andhika Fadli bersama Bhabinkamtibmas Aipda Saeful mengambil tindakan cepat untuk meredam konflik tersebut dengan melaksanakan Mediasi di Kantor kelurahan Benteng utara kecamatan Benteng, Senin 28/8/23.

Turut hadir dalam Mediasi Tersebut diantaranya Seklur Benteng Utara Pance S.pd, Sertu Andhika fadli Babinsa Benteng Utara, Aipda Syaiful Babinkantibmas Benteng Utara, Kepala lingkungan,RW,RT, serta Kedua Belah pihak Yang bersengketa.

Pada kesempatan itu, Babinsa Sertu Andhika mengatakan permasalahan sengketa lahan seperti ini sering terjadi di wilayahnya dan sangat rentan terjadi perselisihan yang dapat menimbulkan keributan baik itu kelompok maupun perorangan.

“ kami tidak ingin permasalahan ini berbuntut panjang, maka kami bersama Bhabinkamtibmas dan pemerintah kelurahan Benteng utara memediasi untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan “ ucap Babinsa.

Setelah dilaksanakan mediasi yang panjang dan alot, akhirnya Kedua Belah pihak sepakat untuk mengukur ulang batas tanah pekarangan dan rumah yang bertempat di Lingkungan Bua-bua Timur RW 3 RT 3 kelurahan Benteng Utara ini.

“ Setelah dilaksanakan ukur ulang maka masing masing pihak menyatakan menerima apa yang tertera dalam sertifikat masing masing pemilik dan permasalahan dianggap selesai “ lanjut Babinsa.

Setelah permasalahan dianggap clear,kedua belah pihak membuat surat kesepakatan bersama dihadapan Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Perangkat Kelurahan yang ditandatangani sejumlah saksi.

Rakor Percepatan Penurunan stunting & Launcing Percepatan Penurunan stunting oleh Babinsa Se- SuSel

WARTASULSEL, Makassar – Kodam XIVHasanuddin laksanakan Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting dirangkaikan dengan Launching Percepatan Penurunan Stunting oleh Babinsa Se-Sulawesi Selatan dan Kampanye Perubahan Perilaku Tahun Anggaran 2023.

Kegiatan rapat koordinasi ini bertujuan untuk mengambil langkah-langkah yang tepat dalam percepatan penurunan stunting di Sulawesi Selatan. Dimana angka stunting di Sulawesi Selatan berdasarkan data Hasil Studi Gizi Indonesia (SSGI) menunjukkan angka 27,2%. Angka tersebut sangat jauh diatas rata-rata nasional yakni 17,1%, dan Sulsel hanya dapat menurunkan sebesar 0,2% dari tahun 2021 sampai dengan tahun 2022.

Berangkat dari data tersebut diatas, Kodam XIV/Hasunuddin berkomitmen untuk mendukung Percepatan Penurunan Stunting di wilayah Sulawesi Selatan melalui kolaborasi dengan Dinas P3A (Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) Dalduk KB Provinsi Sulsel.

Salah satu langkah yang diambil Kodam XIV/Hasanuddin adalah dengan melibatkan unsur Babinsa (Bintara Pembina Desa) yang berada di wilayah Sulawesi Selatan untuk berperan aktif dalam mendukung program Dinas P3A Dalduk KB Provinsi Sulsel.

Berdasarkan gambaran kondisi Stunting pada 24 Kab/Kota di Sulawesi Selatan, terdapat 12 Kabupaten/Kota yang prevalensi Stunting-nya menurun, namun masih terdapat 11 Kabupaten/Kota yang prevalensi Stunting-nya mengalami kenaikan, serta terdapat 1 Kabupaten yang stagnan. Sementara itu target penurunan angka stunting secara nasional pada tahun 2024 adalah 14%, hal ini tentunya membutuhkan kerja sama dan kerja keras untuk mencapai target nasional tersebut di Provinsi Sulsel.

Pangdam XIV/Hasanuddin Dr. Totok Imam Santoso, S.I.P., S.Sos., M.Tr.(Han) mengatakan, Melalui kegiatan ini, saya perintahkan para Babinsa agar berperan aktif dalam program pemerintah untuk menekan jumlah stunting dan dapat memenuhi target nasional pada tahun 2024.

Secara teknis dan detailnya peran Babinsa akan diberikan materi oleh Kepala Dinas Dalduk KB Provinsi Sulsel tentang kebijakan, strategi, peluang dan tantangan.

Untuk itu manfaatkan waktu rapat ini dengan sebaik-baiknya, dengan harapan materi yang diberikan dapat dipahami dan dilaksanakan sehingga peran Babinsa dalam program percepatan penurunan stunting dapat optimal.

Dan mengawali peran aktif Babinsa dalam percepatan penurunan stunting di Provinsi Sulsel pada hari ini akan kita Launching Percepatan Penurunan Stunting oleh Babinsa Se-Sulawesi Selatan dan Kampanye Perubahan Perilaku Tahun Anggaran 2023.

Kepada para Dandim agar melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan percepatan penurunan stunting terhadap para Babinsa di wilayah teritorialnya masing-masing. Pastikan Babinsa melaksanakan kegiatan sesuai dengan program yang telah direncanakan.

Dalam Rakor Percepatan Penurunan stunting & Launcing Percepatan Penurunan stunting oleh Babinsa Se- SuSel, Hadir Dandim 1415/Selayar Letkol Inf Nanang Agung Wibowo sebagai peserta.

Babinsa Tarupa amankan puluhan botol miras

WARTASULSEL, Selayar – Puluhan botol minuman keras (miras) jenis topi roja, diamankan oleh Sersan satu Batjo Raha selaku Babinsa Desa Tarupa, dari seorang pedagang barang campuran berinisial DM (51) dan menantunya R (20) yang berasal Dusun Bonto Tanjong, Desa Kayuadi, Kecamatan Taka Bonerate, pada hari Minggu (13/8/2023) yang lalu.

Terduga pelaku bersama barang bukti diamankan oleh Babinsa Desa Tarupa dirumah salah seorang warga di Dusun Tinanja, Desa Tarupa. Penangkapan 2 orang terduga pelaku mertua dan menantu bersama barang bukti bermula dari laporan warga yang sudah sangat resah akibat pengaruh minuman keras yang ditimbulkan.

“Benar kami telah mengamankan terduga pelaku dan menyita minuman keras (miras) sejenis topi roja sebanyak 1 dos dengan jumlah 10 botol. Saat itu, terduga pelaku R hendak mengamankan minuman keras ke rumah terduga pelaku DM dari atas kapal yang digunakan mengangkut barang haram tersebut dari pulau Kayuadi ke pulau Tarupa,” jelas Batjo Raha. Selasa (15/8/2023).

Puluhan Botol yang disita Babinsa Tarupa

Lanjut, Sertu Batjo Raha menjelaskan bahwa saat penangkapan terduga pelaku R ditangkap dan beraksi sendiri saat malam hari sekitar pukul 19:30 Wita. Terduga pelaku R membawa dan mengamankan barang haram tersebut ke rumah mertuanya yaitu terduga pelaku DM.

“Kami masih terus mencari sisa minuman keras yang sudah di sembunyikan oleh pemilik miras tersebut, karena informasi dari warga dia sudah jual sebagian pada waktu itu juga. Terduga pelaku DM ini selalu membohongi dengan kata-kata sumpah dan terkenal pintar putar balik fakta yang ada di lapangan,” ucap Batjo Raha.

Terduga pelaku DM mengakui bahwa ia selalu membawa barang campuran serta mengambil kesempatan untuk menyebarkan minuman sejenis topi roja di Desa Tarupa, Kecamatan Taka Bonerate. Terduga pelaku DM juga mengakui sudah 3 tahun lebih menjual minuman keras di pulau Tarupa dengan cara sembunyi-sembunyi dan agar tidak ketahuan warga Desa Tarupa, terduga pelaku DM menggantikan dos minuman topi roja dengan dos kerupuk ipin dan upin.

“Saya juga hanya membeli dari salah seorang pengusaha berinisial JM, yang ada di Desa Batang, Kecamatan Taka Bonerate,” kata DM.

Salah seorang warga Desa Tarupa mengatakan bahwa pelaku DM sudah berulang-ulang kali membawa minuman keras dari pulau Kayuadi, tapo selalu di sembunyikan bersama dengan dos barang campuran sehingga tidak tahu oleh masyarakat Desa Tarupa.

“Minuman itu tidak di turunkan langsung dari atas kapal saat sampai di pulau Tarupa, nanti malam hari baru di ambil satu-satu sesuai pesanan dan kebutuhan pembeli,” ujar salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya. (Tim).

Dua warga Dusun Bajo hilang saat melaut, Babinsa dan Polsek lakukan pencarian

Wartasulsel, Selayar – Menindaklanjuti Adanya laporan warga tentang hilangnya dua warga, Babinsa Desa Nyiur indah Kecamatan Takabonerate Mendatangi rumah warga di dusun bajo desa kayuadi kecamatan Takabonerate, karena adanya laporan warga yg hilang. 24/02/2023

Babinsa Desa Nyiur indah mendapatkan keteragan bahwa hilangnya dua warga ini,pada hari Rabu bapak Anggu (L) 42 th berangkat memancing bersama rekannya Nurhalim(L)41 th menggunakan jollor empat lilit, hari Kamis sore dengan seperti biasa sudah kembali dari memancing, sampai dengan sore hari istri dari bapak anggu Menunggu dan menghubungi nomor hp namun tidak aktif sampai sekarang. Ungkap Babinsa

Kemudian Pada hari Jumat pukul 05.30 empat Jollor warga melaksanakan pencarian dengan cara berpencar dan di perkirakan jollor nya mengikut arus daerah lambego.

Sambil menunggu informasi dari warga yang mencari, rencana Kapolsek bersama Babinsa akan ikut melaksanakan pencarian.

Hingga berita ini ditayangkan masih menunggu konfirmasi lanjut tentang perkembangan pencarian.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.