Diduga Dianiaya Oleh Oknum, Seorang Kakek Inisial N (69)Meninggal di Kantor FIF Makassar 

Kriminal89 Dilihat

WARTASULSEL – HMI Komisariat Hukum dan Komisariat Ekonomi Universitas Bosowa mendatangi kantor Federation International Finance (FIF) di Jl. Opu Dg. Siradju Kota Makassar. Jum’at (1/9/2023) lalu

HMI Komisariat Hukum dan Komisariat Ekonomi Universitas Bosowa bersama pihak keluarga korban, menuntut pertanggung jawaban terkait salah satu nasabah yang meninggal di kantor FIF, Jl.Topaz Makassar.

Dalam orasinya, Fahmi Sofyan selaku ketua komisariat Hukum Bosowa mengatakan “Dari hasil kajian serta analisis kasus berdasarkan beberapa bukti petunjuk yang diperlihatkan oleh pihak keluarga korban, kami menduga bahwa ada

tindak pidana penganiayaan serta pembiaran karena kealpaan/kelalaian yang dilakukan oleh pihak pegawai kantor FIF sehingga mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang, dan tentu pihak FIF wajib hukumnya bertanggung jawab” tangkasnya;

Diketahui, bahwa seorang kakek berinisial N (69) diduga meregang nyawa di kantor pembiayaan FIF Jl.Topaz, Makassar pada hari Sabtu, 26 Agustus 2023 usai terlibat cekcok dengan salah satu pihak pegawai kantor berinisial M. AJ.

“saya dihubungi oleh pihak kepolisian bahwa bapak meninggal dunia setelah terjatuh di kantor FIF”. Ungkap keluarga korban.

Merasa adanya kejanggalan,pihak keluarga lalu mencoba untuk mencari tahu melalui bukti rekaman dan ditemukan bahwa rekaman yang saat ini diperlihatkan tidak menampilkan video secara keseluruhan karena ada durasi kurang lebih 48 detik diduga sengaja dihilangkan dan masih banyak video yang diduga sengaja disembunyikan.

Dari hal tersebut, Ketua HMI Komisariat Ekonomi Bosowa, Dimas menambahkan “hal ini memicu banyak asumsi liar di sosial media, dimana ada beberapa berita yang tidak berimbang dan tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya lalu di publish untuk dijadikan komsumsi publik dan tentunya ini sangat menyesatkan”.

 

Sampai berita ini diterbitkan,keluarga korban mengkonfirmasi bahwa pihak Federation International Finance (FIF) sama sekali tidak pernah datang untuk meminta maaf kepada pihak keluarga korban, “Benar, kami sangat menyayangkan hal tersebut, sungguh miris, dan kami akan menempuh jalur hukum sampai kasus ini terang siapa pelaku yang mengakibatkan korban meninggal dunia, meminta pertanggungjawaban kepala cabang FIF, termasuk siapa-siapa oknum yang diduga menghilangkan merusak bukti” tutup salah satu pihak keluarga

wartasulsel

Dari rakyat,Untuk Rakyat,Kembali Ke Rakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *